Dalam hasil riset FAC Sekuritas menyebutkan, pendapatan bunga yang dicatatkan AMAR bertumbuh 30,8 persen (year-on-year) menjadi Rp573,07 miliar pada Q2-2024.
Laba bersih Amar Bank bertumbuh 15,3 persen (y-o-y) menjadi Rp97,78 miliar.
Segmen online yang melonjak 32,7 persen (y-o-y) menjadi Rp450 miliar, kini menyumbang 71,1 persen dari total pendapatan.
Hal ini menunjukkan ketangkasan Amar Bank sebagai lembaga perbankan digital, sebuah area yang menjadi fokus penting dalam pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Sejalan dengan komitmen pada sektor UMKM, AMAR juga fokus mengembangkan solusi keuangan inovatif yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan bisnis ini.
Salah satu inisiatif utamanya adalah pengembangan layanan embedded banking.
“Solusi embedded banking dirancang untuk menyediakan alat dan layanan keuangan yang terintegrasi langsung ke platform mitra dan memungkinkan UMKM untuk mengelola kebutuhan perbankan secara efisien dan aman,” kata SVP Finance Amar Bank, David Wirawan.
Dia menyampaikan, Amar Bank membantu UMKM dalam mengatasi hambatan keuangan dan mempercepat pertumbuhan melalui penyederhanaan transaksi, memberikan akses kredit yang lebih mudah dan mengintegrasikan layanan perbankan ke dalam operasional bisnis sehari-hari.














