SWISS-Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah Indonesia sedang menjalankan kebijakan strategis di sektor industri guna memperkuat perekonomian nasional. Jurus itu meliputi peningkatan produktivitas dan daya saing, menggenjot nilai ekspor produk manufaktur, dan penguatan atau pendalaman struktur industri.
“Langkah yang berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0 tersebut, kami yakini akan dapat mendongkrak produk domestik bruto (PDB) secara umum, kontribusi menufaktur dan kesempatan kerja,” tutur Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di sela menghadiri perhelatan 2019 World Economic Forum Annual Meeting di Davos, Swiss, Kamis (24/1).
Melalui penerapan Making Indonesia 4.0, ditargetkan pertumbuhan PDB akan menyentuh hingga 1-2 persen, kemudian membuka lebih dari 10 juta lapangan kerja tambahan, dan kontribusi manufaktur mencapai 25 persen terhadap PDB.
Aspirasi besarnya adalah Indonesia masuk sebagai 10 negara yang punya perekonomian terkuat di dunia pada tahun tahun 2030.
Guna
meraih sasaran tersebut, Kemenperin memacu lima sektor yang akan
menjadi pionir dalam penerapan industri 4.0. Lima sektor tersebut adalah
industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia,
serta elektronika.














