“Selama tahun 2015-2018 lalu, Indonesia menikmati pertumbuhan pesat di lima sektor manufaktur tersebut. Kami memproyeksi pertumbuhan itu akan berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya,” kata Airlangga.
Apalagi, selama ini, industri manufaktur menjadi penggerak perekonomian Indonesia melalui peningkatan produktivitas, investasi dan ekspor.
Kementerian Perindustrian mencatat, sektor
industri pengolahan nonmigas periode tahun 2015-2018 mengalami kinerja
positif dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 4,87 persen dan masih
sebagai sektor yang berkontribusi paling besar terhadap PDB nasional,
dengan setoran hingga 17,66 persen pada tahun 2018.
Sejalan
capaian itu, Kemenperin pun terus mendorong pendalaman struktur
industri di dalam negeri melalui upaya menarik investasi agar semakin
meningkat, yang juga bertujuan untuk mensubstitusi produk impor.Investasi di sektor industri manufaktur pada tahun 2014 sebesar Rp195,74 triliun, naik menjadi Rp226,18 triliun di tahun 2018.
Dampak positif investasi adalah terbukanya lapangan pekerjaan yang luas. Hingga saat ini, sektor industri telah menyerap tenaga kerja sebanyak 18,25 juta orang. Jumlah tersebut naik 17,4 persen dibanding tahun 2015 di angka 15,54 juta orang.














