Selain itu, industri manufaktur konsisten memberikan kontribusi terbesar terhadap nilai ekspor nasional hingga 73 persen. Nilai ekspor industri pengolahan nonmigas diproyeksi menembus USD130,74miliar pada tahun 2018.
Capaian ini meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesarUSD125,10 miliar.
“Kami juga mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk memanfaatkan e-commerce
melalui
e-Smart IKM. Ini menjadi salah satu program dalam inklusivitas ekonomi
digital yang terbukti memberdayakan IKM,” ujarnya.
Dengan jumlah 260 juta penduduk dan menjadi populasi terbesar di ASEAN, Indonesia dinilai berpotensi menumbuhkan ekonomi digital paling tinggi. “Dengan pertumbuhan pasar yang pesat, dan adanya bonus demografi juga, menjadikan e-commerce sebagai kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia selanjutnya,” pungkas Menperin.














