Dalam acara tersebut, Menteri Basuki didampingi oleh Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi AH serta oleh Direktur Utama Bank BTN Maryono, Ketua Umum REI Soelaeman Soemawinata, Sekjen DPP APERSI Daniel Djumali, Sesditjen Penyediaan Perumahan Dadang Rukmana, Direktur Evaluasi Bantuan Pembiayaan Perumahan Arvi Argiantoro, dan generasi milenial BTN.
Direktur Utama BTN Maryono mengatakan selama 42 tahun BTN secara konsisten menyalurkan KPR subisidi dan non subsidi dengan total 4,2 juta unit rumah senilai lebih dari Rp 257,6 triliun. “Sementara dalam mendukung Program Sejuta Rumah yang dicanangkan Presiden Jokowi sejak tahun 2015 silam, BTN sudah menyalurkan KPR untuk 2,2 juta unit rumah kepada masyarakat baik yang subsidi maupun non subsidi,” katanya.
Dalam acara tersebut juga digelar talkshow dengan narasumber yakni Sekretaris Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Dadang Rukmana, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Erwin Haryono, dan Financial Planner Prita Hapsari Ghozie.
Dadang Rukmana dalam paparannya mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi para milenial di kawasan perkotaan yang lahannya mahal, pembangunan rumah susun berkonsep transit oriented development (TOD) yang dekat dengan lokasi stasiun kereta menjadi pilihan. “Pembangunannya diintegrasikan dengan simpul-simpul transportasi publik. Sehingga para milenial harus merubah mindset dari rumah horizontal jadi vertikal mengingat keterbatasan lahan perkotaan,” ujarnya. (*)















