Masalahnya, kata Dahlan, Garuda Indonesia merupakan maskapai kebanggaan Indonesia. Sehingga proses pengalihan utang menjadi saham saat itu lebih cepat selesai.
“Seharusnya, Merpati kalau mau jadi kebanggaan kita juga harus digitukan. Caranya juga seperti itu. Selesai sudah masalah. Tapi ternyata prosesnya tidak segampang itu,” pungkasnya.













