JAKARTA-Pemerintah mentargetkan penambahan kapaistas terpasang pembangkit listrik tenaga panas bumi meningkat 1.751 MW dalam 5 tahun kedapan (2015-2019). Pengembangan panas bumi dalam 5 tahun kedepan akan difokuskan pada pengembangan potensi panas bumi yang mempunyai entalphy tinggi, selanjutnya dalam 10 tahun kedepan mulai mengembangkan potensi panas bumi yang mempunyai entalphy menengah hingga entalphy rendah serta pengembangan skala kecil.
Dikutip dari situs Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), penambahan kapasitas terpasang akan didapat mulai tahun 2015, dari PLTP Kamojang-Darajat sebesar 35 MW. “Tahun 2016, tambahan sebesar 274 MW diperoleh dari Lumut Balai, Karaha, Sarulla, Lahendong dan Ulubelu masing-masing sebesar 55 MW dan 30 MW, 114 MW, 20 MW dan 55 MW,” demikian dilansir esdm.go.id, Sabtu (9/1).
Dijelaskan, tahun 2017 , penambahan kapasitas akan didapat dari Ulubelu 55 MW, Sarulla 118,5 MW, Lahendong 20 MW, Liki Pinawangan Muaralaboh sebesar 70 MW. Total peambahan kapasitas tahun 2017 mencapai 263,5 MW.
Sementara tahun 2018, terdapat penambahan kembali sebesar 633,5 MW, yakni masing-masing dari Sarulla 118,5 MW, Lumut Balai 55 MW, Hululais 55 MW, Tulehu 20 MW, Rantau Dedap 220 MW, Gn. Rajabasa 110 MW dan Dieng 55 MW.












