JAKARTA-Pemerintah menolak usulan Japan Bank for International Co-operation (JBIC) untuk membangun Jembatan Selat Sunda (JSS), mengingat pembangunan proyek mercusuar itu akan menambah besar jumlah utang negara.
“Kalau (didanai) JBIC, itu berarti menambah utang lagi. Masak iya kita mau menambah utang lagi? Kalau ada swasta dan gabungan BUMN dan BUMD, kenapa tidak? Kalau utang lagi, berarti APBN lagi pembiayaannya,” kata Hatta di Gedung DPR Jakarta, Senin (1/10).
Hatta mengungkapkan, tidak memungkinkan bagi pemerintah untuk membangun JSS dengan menggunakan dana dari APBN, karena nilai proyek tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp120 triliun.
“(Nilai) itu terlalu besar, padahal kita memerlukan dana untuk prioritas-prioritas lain, seperti irigasi, infrastruktur dan lain-lain,” ucapnya.
Lebih lanjut Hatta menjelaskan, pembangunan JSS tidak terpisah dengan pembangunan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS) di kawasan Selat Sunda.
“Jadi memang di desainnya (Peraturan Presiden No. 86/2011) itu adalah sebuah kawasan bukan hanya jembatan,” katanya.
Dia menambahkan, apabila pengembangan kawasan Selat Sunda hanya berupa pembangunan jembatan, tentu kawasan tersebut tidak akan menarik bagi investor.












