JAKARTA-Kesetian pemilih pada partai politik mengalami penurunan drastis. Dalam penelitian terungkap ada sekitar 20% pemilih yang tak memilih parpolnya. “Kecenderungan ini, karena parpol mengalami proses deinstitusionalisasi, dimana citra parpol pada 2012-2013 makin menurun,” kata Direktur Eksektif Pol-Tracking Institut, Hanta Yuda, dalam diskusi “Refleksi Akhir Tahun bidang Polhukamnas” Refleksi Akhir Tahun bidang Polhukamnas di Jakarta, Senin,(16/12)
Sebagai contoh, kata Hanta lagi, pada kasus PKS dan Partai Demokrat yang mengalami degradasi. Begitu pula yang terjadi pada Partai Golkar dan PDI-P. “Apalagi pasca reformasi selama 16 tahun ini, parpol mengalami proses presidensialisasi dan dikendalikan pada satu orang saja,” tambahnya.
Menurut Hanta, langkah presidensialisasi parpol dalam gejala ini sebenarnya juga menguntungkan dalam jangka pendek. “Misalnya saja, partai semakin solid. Namun tidak sejalan dengan proses,” tegasnya.
Lebih jauh dikatakan Hanta, ada dua kelemahan parpol, yakni soal citra dan elektabilitas figur. Dimana parpol akan terseok-seok saat citranya jatuh, sehingga harus mencari figur guna mendongkrak elektabilitas. “Parpol ini dalam kategori lemah,” ucapnya
Sementara itu, anggota MPR dari Fraksi PDIP Maruara Sirait lebih menyoroti masalah Pemilu legislatif 2014 yang rawan kerusuhan karena ada pemicu untuk itu seperti soal kesejahteraan rakyat belum terealisasi, penegakan hukum untuk korupsi belum tuntas ditambah lagi konflik SARA di beberapa daerah semakin tajam tanpa diselesaikan dengan cepat.













