MEDAN-Sekalipun diwarnai suasana yang “sangat dinamis” seperti terjadi di banyak pemilihan orang nomor satu di organisasi massa, Hargo Mandirahardjo akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) periode 2017-2021, melalui Musyawarah Nasional (Munas) yang diselenggarakan di Catholic Center, Medan, Minggu (26/3).
Hal ini diharapkan dapat mengawali tekad ISKA dalam membumikan Pancasila. Organisasi cendekia tertua di Indonesia ini memiliki kekuatan mengedepankan “musyawarah untuk mufakat” dalam pengambilan keputusan strategis organisasi.
Hal ini telah dibuktikan dalam sejarah panjang sejak berdirinya ISKA tahun 1958.
Hargo Mandiraharjo terpilih menjadi Ketua Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) periode 2017-2021. Ia didaulat secara aklamasi, setelah dua calon lainnya mengundurkan diri dari pencalonan, yakni Ketua DPD ISKA Kalimantan Barat, Adrianus Asia Sidot dan Ch Arie Sulistiono (Presidium Pusat ISKA demisioner).
Hargo menggantikan Muliawan Margadana. “Memang ISKA mencoba mengetengahkan musyawarah untuk mufakat dengan melakukan langkah strategis dalam beberapa hal. Misalnya saja dalam pengambilan keputusan soal AD/ART, Reposisi Organisasi maupun penentuan Pimpinan tertinggi. Sebagai Organisasi cendekia, ISKA mampu mempertahankan platform sebagai organisasi yang konsisten dalam mendukung pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan organisasi,” ujar Yakobus Muda, Ketua ISKA DPC Nabire , di Catholic Center Medan, pasca pemilihan.













