JAKARTA-Bukan hanya pemilihan pimpinan DPR yang bertele-tele, pun begitu pemilihan Pimpinan MPR sama saja. Perdebatan sangat bertele-tele sehingga menguras tenaga. Masalahnya, terjadi perdebatan jika ada fraksi yang tak punya calon Pimpinan MPR, apakah bisa mengusulkan anggota DPD selain Oesman Sapta Odang (OSO). “Semua kekeuh pada pendirian masing-masing karena tidak ada pasal dalam Tatib MPR yang melarang itu. Karena tidak ada keputusan, maka lobi dilanjutkan nanti malam, Pukul 20.00 WIB,’’ kata Sekretaris Fraksi Golkar MPR, Hardi Susilo kepada wartawan di DPR, Jakarta
Sesuai aturan, kata Hardi, nama-nama calon Pimpinan MPR dari masing-masing fraksi MPR disampaikan pada rapat paripurna MPR, lalu dilakukan lobi atau konsultasi untuk ditetapkan paketnya. Tetapi karena ada masalah krusial tersebut, maka belum bisa diajukan ke sidang paripurna. “Jadi, sebetulnya kalau hanya satu paket maka langsung ditetapkan tetapi kalau dua paket, maka diupayakan musyawarah mufakat namun kalau tak tercapai kesepakatan, ya terpaksa dilakukan voting,’’ ujarnya.
Lebih jauh Hardi Susilo menjelaskan, semua fraksi MPR sebenarnya berharap pemilihan pimpinan MPR bisa dilakukan lewat musyawarah mufakat. Tapi belum bisa tercapai karena masing-masing kubu belum ada kesepakatan.












