Tapi tak satupun parpol yang membuatnya.
Alhasil, sambung Fahmi Badoh, publik tidak tahu siapa saja yang menyumbang dana ke parpol.
Padahal di Pemilu sebelumnya bisa diketahui jika ada pengusaha yang ikut menyumbang.
Akibatnya, untuk proses pengauditan berapa dana yang dikeluarkan partai tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Artinya proses pengauditan hanya permainan saja dan pelaksanaan pemilu 2014 lebih buruk dari pemilu sebelumnya,” katanya.
Fahmi Badoh menambahkan, tengok saja dengan pencalonan anggota (Caleg) yang berasal dari partai tidak sama dengan caleg anggota untuk DPD-RI.
“Di mana caleg DPD sifatnya independen, siapa saja dapat menjadi calegnya. Sementara caleg yang berasal dari partai sudah diatur siapa yang akan menjadi caleg partainyanya. Hal ini saja sudah nampak perbedaan-perbedaannya,” tandasnya. (OCTA HAMDI)
.














