Khusus bagi Partai Golkar dimana menjadi salah satu kadernya, Bamsoet memiliki catatan dalam kiprah partai politik tertua di Indonesia itu terlebih bulan Desember 2019 nanti akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) untuk memilih Ketua Umum.
Catatan pertama, perolehan suara di Pemilu 2019 hilang sebesar 1,2 juta suara, jumlah itu apabila dan dikonversi maka sama saja Golkar kehilangan 6 kursi DPR RI. Oleh karena itu, ia meminta Partai Golkar harus melakukan konsolidasi membangun kembali kekuatan dengan merangkul semua golongan dan komunitas.
Di masa lalu, Sekber Golkar berhasil mengakumulasi kekuatan yang bersumber dari ratusan organisasi, yang kemudian dikelompokan dalam tujuh Kelompok Induk Organisasi (KINO), antara lain Kosgoro, Soksi dan MKGR, serta sejumlah organisasi kepemudaan dan keagamaan,” urainya.
Partai Golkar di masa lalu juga mampu menjalankan perannya sebagai perekat keberagaman bangsa, sehingga turut menjadi kekuatan politik yang tak terpisahkan dari eksistensi Indonesia.
“Maka, karena panggilan sejarah pula, takdir itu harus diaktualisasikan lagi karena kehendak zaman. Termasuk menyatukan kembali berbagai kekuatan yang lama terserak menjadi satu kekuatan penuh, termasuk para purnawirawan dan keluarga TNI/Polri serta Satkar Ulama, MDI dan Al Hidaiyah yang selama ini jalan sendiri-sendiri,” ucap Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar ini. ***













