Salah satu contoh kegiatan yang membutuhkan dana yang cukup besar adalah penanganan masalah sampah di Labuan Bajo.
Anggaran penanganan sampah di Labuan Bajo yang bersumber dari APBD tentu tidak akan bisa mengatasi persoalan sampah di Labuan Bajo ini karena anggaran tersebut hanya cukup bahkan masih jauh dari cukup untuk mengatasi masalah sampah dari 50 ribu warga Kecamatan Komodo.
Kenyataannya terang Matias, setiap hari aktifitas arus keluar masuk orang (wisatawan) di Labuan Bajo sangat tinggi seperti terlihat dalam laporan kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara yang nyaris mencapai 100 ribu setiap tahunnya melebihi jumlah penduduk Labuan Bajo itu sendiri.
“Pertanyaannya, siapa yang mengurus sampah wisatawan tersebut dan darimana anggaran untuk menangani sampah mereka?? Itu baru dari salah satu contoh soal. Makanya, perlu pemberlakuan biaya masuk ini,” pungkasnya.













