BEKASI-Pemerintah Kota Bekasi berencana membangun museum digital sebagai upaya edukasi warga tentang sejarah tempat tinggalnya.
Rencana ini sedang dimatangkan termasuk lokasinya yang berada di Gedung Papak, Jalan Ir.Ha Juanda, Bekasi Timur.
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengatakan pembangunan museum digital dicanangkannya melihat era kekinian yang telah modern.
Perjalanan laju roda pemerintahan dan perjuangan para pejuang akan masuk dalam cerita di museum itu.
“Mulai dari berdirinya Bekasi, setelahnya dan yang akan datang, museum itu nanti yang akan bercerita kepada anak-anak warga masyarakat,” kata Tri di Kompleks Perkantoran Pemkot Bekasi, Senin (7/9/2020).
Dalam segi sejarah perjuangan, Pemkot Bekasi nanti akan menggandeng pakar sejarah. Sementara soal benda-benda kuno peninggalan jaman dahulu akan menggandeng Arkeologi.
Misalnya, kata Tri, Pemkot Bekasi pernah mengalami satu konstelasi yang luar biasa waktu di tahun 2010.
Saat itu, daerah berjuluk Kota Patriot ini dinyatakan disclaimer masalah keuangan daerah.
“Nanti itu kan sejarah juga, bisa dijelaskan nanti bagaimana (kota) Bekasi memperbaiki diri saat menanjak lagi. Terus kita mengalami Bekasi masalah guncangan keuangan (tahun 2018), termasuk covid-19 ini. Itu kalau tidak disampaikan forensik di museum, akan hilang dalam catatan sejarah,” tegas dia.














