SURABAYA-Pemprov dan DPRD Jatim terus membangun musyawarah mufakat guna menyejahterakan masyarakat Jatim. Dalam setiap pengambilan keputusan diharapkan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Langkah ini dimaksudkan untuk mengakomodir seluruh kepentingan yang ada di masyarakat. Sehingga tujuan untuk menyejahterakan masyarakat dapat terwujud.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat Rapat Paripurna dan Pisah Pamit dengan Anggota DPRD Masa Jabatan 2009-2014 di Gedung DPRD Jatim, Jumat (29/8).
Ia mengatakan, hubungan antara Pemprov dan DPRD Jatim merupakan hubungan kekeluargaan yang harus terus dijaga. Usulan konsep maupun kritik yang dilakukan DPRD kepada Pemprov merupakan kecintaan dan meneguh demokrasi musyawarah mufakat, yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat. “Hubungan kita kekeluargaan. Pemprov dan DPRD Jatim meneguhkan demokrasi musyawarah mufakat dan membangun jati diri. Di Jatim dibangun dengan baik dan berkembanglah musyawarah mufakat. DPRD Jatim membangun kejuangan nilai-nilai yang meletakkan masyarakat menjadi kepentingan utama,” ujar Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Jatim Faf Adisiswo mengatakan, masa jabatan 2014-2019 terdapat 100 orang terpilih anggota DPRD hasil Pemilu tahun 2014. Selaku pimpinan dan anggota DPRD menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, Sekdaprov Jatim, dan Pejabat Eksekutif Prov. Jatim yang telah membangun kerjasama sebagai mitra kerja sehingga tercipta suasana yang damai.












