JAKARTA-Bisnis pertanian bakal menjadi industri yang prospektif. Karena itu wirausaha pertanian dinilai sebagai investasi masa depan. Bahkan bisa dilakukan berawal dari sekedar hobi. “Menekuni wirausaha bidang pertanian juga harus berani ambil resiko dan keputusan,” kata Ketua Harian Pemuda Tani Indonesia, Suroyo usai Dialog Tani Nasional bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Agribisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN Syahid) bertema “Ayo Bertani, Pertanian Investasi Masa Depan” di Jakarta, Jumat (14/12/2018).
Dialog ini adalah rangkaian kegiatan dialog ke-6 yang diselenggarakan Pemuda Tani Indonesia dari kampus ke kampus dalam agenda peringatan HUT Pemuda Tani ke 32. “Anak-anak muda ditantang menjadi pebisnis handal dalam sektor pertanian yang menggunakan teknologi,” tambahnya usai menjadi pemandu diskusi.
Sementara itu, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Dr. Agus Salim, M.Si menegaskan saat ini Indonesia sedang memasuki revolusi industri 4.0 yang berbasis IOT (Internet of Think), termasuk bidang pertanian. “Saya pernah ke Korea dan melihat bagaimana majunya industri pertanian di sana dengan teknologi tinggi,” terangnya.
Menurut Agus, petani mengelola lahan yang sangat luas secara efisien. Karena ditunjang teknologi maju, seperti kontrol lahan, pengairan, pemupukan dan lain-lainnya dengan menggunakan teknologi yang maju. “Kita juga bisa seperti itu, kita bisa menjadi pelopor petani modern,” ucapnya lagi.














