Gubernur juga memberikan apreasiasi kepada langkah Imron asal Mlilir Kabupaten Ponorogo yang mampu menciptakan alat yang mampu meningkatkan produksi padi.
Jika untuk merontokkan padi menggunakan cara konvensional dengan memukul-mukulkan batang padi ke alat tradisional, maka potensi kehilangan mencapai 12%. “Namun berkat temuan Imron tersebut maka potensi kehilangan hanya sebesar 2%. Dengan begitu ada tambahan potensi padi sebesar 10%,” pungkasnya. (ek)














