NICK mencatatkan beban pokok pendapatan sebesar Rp7,04 miliar pada 2025, dari tahun sebelumnya tidak ada beban pokok. Namun, laba kotor emiten di bidang investasi dan pengelolaan properti itu melejit 1.502% menjadi Rp103,09 miliar pada 2025, dibanding Rp6,43 miliar pada tahun 2024.
Setelah dikurangi beban usaha, perusahaan di bidang investasi dan pengelolaan properti tersebut membukukan laba usaha sebesar Rp99,02 miliar pada 2025. Pencapain ini melesat 3.698% jika dibandingkan Rp2,61 miliar pada tahun 2024.
Total aset NICK pada 2025 mencapai Rp314,43 miliar, naik 52,92% dari Rp205,61 miliar pada 2024. Sedangkan jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan pada tahun 2025, masing-masing sebesar Rp2,91 miliar dan Rp311,52 miliar.













