Selain itu, beban keuangan emiten keramik itu juga turun 75,63%, dari Rp15,92 miliar per September 2023, menjadi Rp3,88 miliar per September 2023.
Akumulasi atas penurunan beban di atas mendorong emiten produsen keramik itu membukukan laba Rp1,21 miliar pada Januari-September 2023.
Di periode yang sama tahun 2022, Perseroan menderita kerugian Rp38,18 miliar. (ANES)












