JAKARTA-PT PP (Persero) Tbk (PTPP) selama enam bulan pertama tahun ini mencatatkan pendapatan usaha (konsolidasian) senilai Rp8,05 triliun atau melorot 10,75 persen dibanding capaian di periode yang sama 2022 sebesar Rp9,02 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan PTPP yang dipublikasi di Jakarta, Selasa (1/8), emiten BUMN ini terbilang mampu menekan beban pokok pendapatan di sepanjang Semester I-2023 sebesar 21,92 persen menjadi Rp6,09 triliun dari Rp7,8 triliun pada Semester I-2023.
Namun, laba bruto PTPP di paruh pertama tahun ini masih tercatat mengalami penurunan, yakni merosot 6,5 persen menjadi Rp1,15 triliun dibanding periode yang sama di 2022 sebesar Rp1,23 triliun.
Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan selama enam bulan pertama tahun ini tercatat Rp134,97 miliar atau bertumbuh 1,62 persen (y-o-y).
Pertumbuhan laba sebelum pajak PTPP tersebut, terutama terbantu perolehan bagian laba entitas asosiasi yang mencapai Rp72,63 miliar atau meroket 7.399,29 persen dibanding perolehan di Semester I-2022 yang senilai Rp968,51 juta.
Selain itu, bagian laba dari ventura bersama di paruh pertama tahun ini sebesar Rp186,37 miliar atau melonjak 36,56 persen (y-o-y).
Sayangnya, beban usaha PTPP di Semester I-2023 meningkat 6,54 persen (y-o-y) menjadi Rp354,48 miliar, sedangkan pada pos beban lainnya tercatat melesat 43,21 persen (y-o-y) di tengah penurunan pendapatan lainnya sebesar 24,77 persen (y-o-y) menjadi Rp52,65 miliar.













