Selain itu, kerugian penurunan nilai yang diderita PTPP selama enam bulan pertama tahun ini melonjak 11,81 persen (y-o-y) menjadi Rp93,81 miliar.
Adapun beban keuangan di Semester I-2023 mencapai Rp561,35 miliar atau lebih rendah 5,57 persen dibanding periode yang sama di 2022 sebesar Rp594,46 miliar.
Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di Semester I-2023 senilai Rp10,3 miliar atau lebih rendah dibanding Semester I-2022 sebesar Rp20,58 miliar, maka laba tahun berjalan yang dibukukan PTPP menjadi Rp124,67 miliar atau bertumbuh 11,06 persen.
Tetapi, besaran laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk periode yang berakhir 30 Juni 2023 senilai Rp96,42 miliar atau naik 10,84 persen (y-o-y).
Karena di semester pertama tahun ini perseroan mengatribusikan laba tahun berjalan kepada kepentingan non-pengendali di senilai Rp28,25 miliar.
Per 30 Juni 2023, total liabilitas PTPP mencapai Rp42,72 triliun atau menurun tipis 0,16 persen dibanding per 31 Desember 2022 yang sebesar Rp42,79 triliun.
Sedangkan, jumlah ekuitas hingga akhir Semester I-2023 tercatat Rp14,92 triliun atau meningkat 0,67 persen dibanding posisi per akhir Desember 2022 yang senilai Rp14,82 triliun













