JAKARTA-Pendapatan PP Presisi Tbk (PPRE) tumbuh 24,7% menjadi Rp829 miliar pada kuartal pertama 2022, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp665 miliar.
Demikian disampaikan Direktur Keuangan, Manrisk dan Legal PPRE, M. Arif Iswahyudi, di Jakarta, dikutip Rabu (11/5).
Menurut Arif, dari sektor konstruksi, termasuk didalamnya proyek-proyek infrastruktur dan jasa pertambangan mendominasi dalam menyumbang pendapatan sebesar Rp753,5 miliar atau 90,8% dari total pendapatan.
“Segmen usaha konstruksi berkontribusi sebesar 90,8%. Segmen ini meningkat sebesar 34,2%, dari Rp561,6 miliar menjadi Rp753,5miliar per Maret 2022,” katanya.
Arif mengemukakan, peningkatan tersebut berasal dari proyek jasa pertambangan yaitu Proyek Weda Bay Nickel, Proyek Morowali, Proyek MHU dan Jalan Hauling HPJ, serta proyek infrastruktur seperti Proyek Tol Indrapura Kisaran, Proyek Kolaka, Proyek PLTU Sulut Site Development.
Selain itu, juga Proyek Dermaga Belinyu, Proyek Bandara Sentani dan Sepinggan Balikpapapn, Proyek Tol Cinere Kukusan, dan Proyek Revitalisasi Bandara Halim.
Segmen usaha jasa pertambangan berkontribusi sebesar Rp137,7 miliar, lebih besar dari tahun lalu sebesar Rp32,6 miliar.
Hal ini menambah optimisme dan kepercayaan diri manajemen PPRE sebagai sumber pendapatan berulang (recurring income).














