Mitratel pada akhir Semester I-2023 memiliki 36.719 menara meningkat
27,6% dari periode yang sama tahun lalu.
Terdapat penambahan menara baru sejumlah 1.301 yang mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan dengan kepemilikan menara telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara.
Sejalan dengan peningkatan jumlah menara, jumlah tenant meningkat 24,6% menjadi 54.718 tenant.
Lokasi menara telekomunikasi Mitratel sebanyak 15.354 di Jawa dan
21.365 menara berada di luar Jawa atau sekitar 58% dari total menara.
Dari sisi tenancy, penambahan tenant di luar jawa sebesar 26%, lebih
tinggi dibandingkan di Jawa yang sebesar 22%.
“Kami meyakini tenancy ratio di luar Jawa akan terus meningkat seiring
pertumbuhan dan pemerataan ekonomi yang mendorong operator seluler di
Indonesia untuk terus berekspansi,” ujar Teddy.
Pada akhir Juni 2023 total aset fiber optic milik Mitratel tercatat
27.269 km termasuk hasil dari akuisisi fiber sepanjang 6.012 km pada
akhir 2022.
Hal ini menjadi pendorong penambahan pendapatan sebesar Rp86 miliar dari bisnis tower fiberization.
Mitratel juga sedang menggarap bisnis Power as a Service (PaaS). Teddy
mengatakan model bisnis PaaS ini adalah penyediaan sumber energi baik
untuk catu daya utama (main power) maupun sebagai cadangan (Backup
Power) ke perangkat-perangkat aktif operator telekomunikasi. (ANES)













