JAKARTA-Peneliti Alpha Research Database, Ferdy Hasiman menilai keputusan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla memberikan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia sampai tahun 2041 sudah tepat. Keputusan itu merupakan langkah berani mengingat secara politis, Jokowi bisa menjadi tidak populer dan menjatuhkan pamor politik, karena mudah saja diserang lawan politik.
“Hanya pemimpin berani yang mengambil risiko memperpanjang kontrak Freeport sampai tahun 2041,” ujar Ferdy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (28/12).
Ferdy juga mengeritik sikap para penentang keputusan pemerintah ini yang tidak pernah melihat secara bijak bahwa mengubah Kontrak Karya (KK) menjadi Ijin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), membutuhkan pemimpin kuat dan berani.
Faktanya, tak ada satupun rejim sebelumnya, sampai pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berani mengubah Kontrak Karya Freeport Indonesia.
“Mengapa tak berani? Karena Freeport itu korporasi yang kuat, dia bisa menggunakan kapasitasnya sebagai korporasi yang memberikan penerimaan besar kepada negara dan mencipatkan lapangan kerja besar untuk Papua, untuk mengancam pemerintah,” terangnya.
Negara selama ini ujar Ferdy terlalu menggantungkan nasibnya secara fiskal kepada korporasi makanya takut untuk mengubah KK. “Jadi keputusan pemerintahan Jokowi-JK mengubah KK menjadi IUPK perlu kita dukung,” tuturnya.













