“Kita boleh menjadi pemegang saham mayoritas, tetapi kita masih memerlukan Freeport untuk mengerjakan proyek besar yang bisa mendatangkan keuntungan besar bagi negara dan Papua. Maka, kita berhenti menjadikan Freeport sebagai musuh (enemy), karena KK yang dianggap tak adil, tak berpihak pada rakyat dan meletakan negara sejajar dengan korporasi telah berakhir,” pintanya.
Sekarang jelasnya Freeport sudah berubah menjadi IUPK, di mana negara berdaulat, pemda masuk dalam pemegang saham dan inalum juga.
“Maka, kita anggap Freeport sebagai sahabat dan mitra kita ke depan. Mitra yang bisa membangun bangsa untuk menambah penerimaan daerah, negara, lapangan kerja,” ucapnya.
INALUM dan Freeport bisa bersama-sama membangun proyek ambisius, proyek tambang underground, mencakup wilayah Kucing Liar, Grasbreg Open-pit, DOZ Block Cave, Big Gosan, Grasberg Blok Cave dan DMLZ Block Cave.
Sampai tahun 2017, cadangan terbukti dan terkira di Grasberg sebesar 38,8 miliar pound tembaga, 33,9 juta ons emas, dan 153,1 juta ons perak.
Pembangunan tambang underground yang dilengkapi terowongan, kereta api bawah tanah dan tunnel (jalan bawah tanah) sepanjang 1000 KM, harga Freeport sangatlah mahal. Tahun 2019, tambang open-pit Grasberg memang mencapai titik puncak.













