JAKARTA,BERITAMONETER.COM – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menilai, penerbitan obligasi dan sukuk korporasi menunjukkan pertumbuhan yang kuat di periode Januari-November 2025, sekaligus mencerminkan peningkatan optimisme dunia usaha dan kondisi pasar keuangan yang semakin kondusif.
Menurut Direktur Utama Pefindo, Irmawati Amran, total penerbitan obligasi dan sukuk korporasi nasional pada Januari-November 2025 mencapai Rp198,81 triliun atau melonjak 56,88 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 yang sebesar Rp126,73 triliun.
“Penerbitan surat utang korporasi selama sebelas bulan pertama di tahun 2025 melonjak signifikan, seiring dengan lingkungan suku bunga yang lebih rendah,” kata Irmawati dalam acara Media Forum Pefindo yang digelar secara online, Selasa (16/12).
Dia mengatakan, lonjakan penerbitan obligasi dan sukuk korporasi tersebut bukan hanya mencerminkan kebutuhan pendanaan korporasi yang meningkat, namun juga kepercayaan para pelaku usaha terhadap stabilitas ekonomi dan prospek pertumbuhan ke depan.
Lebih lanjut Irmawati menilai, suku bunga yang relatif lebih rendah menjadi salah satu faktor utama bagi perusahaan untuk kembali agresif memanfaatkan instrumen pasar obligasi dan sukuk sebagai sumber pendanaan jangka menengah maupun panjang.














