JAKARTA, BERITAMONETER.COM– Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu) baru saja merilis penerimaan negara dari pajak bersih (netto) mencapai Rp245,1 triliun. Secara tahunan (year-on-year/yoy) tumbuh 30,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 .
Kepada Media di Jakarta, Rabu (11/3 ) Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara menyampaikan bahwa pertumbuhan penerimaan pajak mengalami peningkatan signifikan. Hal ini ditopang oleh kinerja Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi dan transaksi.
“PPN dan PPnBM tumbuhnya mencapai 97,4 persen. Tentu ini kombinasi dari berbagai macam. Namun saya ingin menyampaikan bahwa PPN dan PPnBM itu dibayar kalau ada transaksi,” kata Suahasil saat Konferensi pers tentang APBN KITA.
Secara nominal, penerimaan PPN dan PPnBM terkumpul Rp85,9 triliun atau tumbuh 97,4 persen. Selain itu, Pajak Penghasilan (PPh) Badan tumbuh 44 persen. Sementara PPh Orang Pribadi dan PPh Pasal 21 meningkat 3,4 persen. Realisasi tersebut setara 10,4 persen dari target APBN tahun 2026.
Meski mengalami peningkatan, namun kontribusi dari sektor kepabeanan dan cukai mengalami penurunan sebesar 14,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tercatat sebesar Rp44,9 triliun atau sekitar 13,4 persen dari target.















