JAKARTA-Para pemuda desa harus mampu mengimbangi percepatan penetrasi digital yang menjadikan kunci bagi perkembangan desanya masing-masing.
Dengan penetrasi digital potensi-petensi desa bisa dengan mudah dan cepat dipublikasikan, dikembangkan dan dipasarkan.
Sehingga mampu bersaing dengan para pemuda dan masyarakat di perkotaan.
“Untuk mengembangkan potensi yang dimiliki desa, dimana desa sangat mampu memberikan kontribusi besar ke kota-kota melalui pangan, energi, lingkungan serta tenaga kerja produktif terutama kepada pemuda-pemudi desa,” ujar Direktur Eksekutif Network Society Indonesia, Umar Halim dalam pembukaan webinar.
Nurul Hidayat mengungkapkan partisipasi dan peran yang paling berpengaruh dalam pembangunan desa adalah kreativitas para pemuda.
Berdasarkan penelitian BPS, 69,9 juta jiwa millennial berpengaruh dalam memajukan desa.
Data ini menunjukkan bahwa rasio demografi ini didominasi oleh pemuda.
Oleh sebab itu, berdayakanlah pemuda ini untuk pembangunan desa.
Apalagi, pemuda memiliki ruang dan potensi yang sangat luas untuk membangun desa.
Menurut Riza Darmaputra, yang akrab disapa Mas Riza, adapun Badan Usaha Milik Desa yang menjadi peluang terbesar untuk memajukan desa.
Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa diisi oleh anak-anak muda yang kreatif dan inovatif.
Pada dasarnya anak muda merupakan pribadi yang sangat berani untuk menghadapi tantangan.













