“Pada 2011, PDB kita mencapai 845,70 miliar dolar AS. Salah satu kontributor signifikan adalah dari pembiayaan mikro,” kata Choirul.
Menurut dia, penetrasi keuangan mikro melalui unit kerja atau kantor, utamanya perbankan, memang terus bertambah yakni sekitar 15.000 unit hingga pertengahan 2012.
Namun peningkatan unit kerja ini tidak cukup untuk melayani keuangan mikro bagi 240 juta penduduk Indonesia.
“Sebab itu, kita harapkan teknologi elektronik perbankan (e-banking), internet banking, bahkan mobile banking ini terus ditingkatkan. Supaya ini tidak sekedar jadi gaya hidup kelas menengah,” katanya.
Pemerintah optimistis penetrasi keuangan mikro ini akan semakin kencang sebab ditunjang juga oleh pertumbuhan trafik data mobile smartphone yang sangat cepat.
Trafik data mobile smarthphone diperkirakan akan tumbuh 238 kali dari 2011 sampai 2016. Rata-rata pertumbuhannya tiap tahun sebesar 199 %, yang mencapai 44.452 terabyte per bulan pada 2016.
Sedangkan jumlah smartphone akan tumbuh 6,5 kali lipat antara 2011 sampai 2016, yang mencapai 52 juta unit.
Pada bagian lain, jumlah gadget terkoneksi mobile ikut meningkat tajam.
Laptop yang terkoneksi mobile misalnya diperkirakan akan tumbuh lima kali lipat antara 2011 dan 2016, mencapai 19 juta unit.












