Dia menilai, Darmin telah melaksanakan tugasnya dengan baik, terutama keberaniannya menerbitkan PBI Devisa Hasil Ekspor (DHE).
Keinginan agar DHE ini dibawa pulang kedalam negeri sebenarnya lama diusulkan.
Namun tidak pernah terealisir.
“Dan baru jaman Darmin ini, aturan DHE ini diterbitkan. Kalau pada akhirnya dia dipilih kembali, saya kira pantas,” kata dia.
Saat ini, sejumlah nama kandidat sudah mulai muncul seperti Fuad Rahmani, Halim Alamsjah dan Agus Santoso.
“Saya pikir, sebaiknya dari dalam BI. Halim itu orang yang sudah lama dan sangat paham betul isi perut BI. Prestasinya cukup baik. Dia juga memahami masalah moneter. Karena Indonesia sedang menghadapi perekonomian global yang luar biasa bermasalah. Sehingga dibutuhkan figur yang betul-betul memahami masalah yang dihadapinya.
Bidang moneter kata dia merupakan bidang yang sangat penting karena berkaitan dengan nilai tukar, pengendalian uang beredar, pengendalian suku bunga, inflasi maupun kebijakan moneter lainnya.
“Jadi, saya melihat, lebih baik kalau pengganti Darmin diambil dari dalam BI. Halim itu tipikal pekerja keras,” imbuhnya.
“Kalau saya disuruh memilih, saya pilih antara Darmin dan Halim. Tentu tergantung usulan dari Presiden SBY,” jelas dia.














