“Coba bayangkan ya, jika setiap ada test untuk masuk perusahaan, lembaga negara atau apapun, dan kita tidak lulus lalu kita ngotot minta jawaban kenapa kita lulus ? Wah repot lah, karena kita pasti subyektif dan ego, merasa pasti lulus dan hasilnya tidak lulus, lalu kita bersangka buruk, kita di curangi, kita tidak menyogok lah,” jelasnya.
“Saya ini dosen dan pernah juga ada ikut test dan gagal, tapi saya tidak menyalah-nyalahkan orang lain. Pertanyaan sederhananya, kenapa Novel dkk selama ini tetap ngotot kerja di KPK, ada apa ya, ” ujar aktifis 98 ini menutup pembicaraanya.













