JAKARTA-Pakar politik yang juga pendukung Jokowi sejak Pilkada DKI Jakarta 2012, Ikrar Nusa Bhakti menilai, nasib Presiden Jokowi bukan tidak mungkin serupa dengan Soeharto yang dijatuhkan oleh kekuatan rakyat.
Karena itu dia meminta Presiden Jokowi untuk lebih eling dalam menjalankan kekuasaan dan tidak mengulangi kesalahan selama 32 tahun kekuasaan Soeharto.
Ikrar menilai, ancaman pemakzulan terhadap Jokowi saat ini bukan sebuah isapan jempol.
Sebab, gerakan masyarakat sipil saat ini semakin membesar. Gerakan seperti itu pernah juga menjatuhkan kekuasaan otoriter Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun.
“Presiden ini sekarang sedang merasa beliau lah yang ada di atas angin. Kekuasaan dia itu bulat, utuh, tidak terbagi-bagi, menguasai trias politika dan menguasai kekuasaan-kekuasaan negara di bidang eksekutif,” katanya dalam dialog sebagaimana ditayang di Channel Youtube Kompas.com.
Ikrar meneruskan, “Yang saya katakan itu adalah dia menguasai ASN, polisi, TNI, intelijen, dan sebagainya.”
Meskipun dia menguasai segalanya, tetapi kekuatan rakyat tidak akan bisa dikalahkan.
“Jokowi akan menggunakan senjata milik aparat negara TNI dan Polri. Kenapa demikian? Presiden Jokowi ini kan merasa dia bisa memerintahkan polisi, TNI, dan sebagainya,” ujarnya.














