Begitu juga jika melihat data-data yang akan dirilis di dalam negeri awal Juli ini yang masih memberikan tekanan terhadap rupiah. Antara lain, inflasi dan ekspor-impor.
Menurut dia, terbatasnya ruang pergerakan rupiah juga sebagai dampak dari tidak adanya sinergi antara membaiknya sentimen global dengan kebijakan moneter dalam negeri. Akibatnya, pasar tampak kurang kondusif di mata investor. “Kebijakan moneter dinilai tidak menarik sehingga pergerakan rupiah datar di kisaran yang sempit,” ucap dia.
Namun demikian kata dia, penjagaan ketat yang dilakukan Bank Indonesia (BI) menyelamatkan rupiah sehingga tidak menembus level psikogisnya. “Intervensi BI menyelamatkan rupiah,” pungkas dia














