Saat ini kapasitas tampungan air di seluruh Indonesia sekitar 14 miliar meter kubik per tahun. Dari kapasitas tersebut hanya mampu mengairi sawah irigasi sebanyak 11 persen dari total 7 juta hektar lahan irigasi yang di Indonesia.
Untuk itu hingga tahun 2018, sebanyak 56 bendungan sudah dalam tahap konstruksi dimana 15 bendungan diantaranya sudah selesai. Tahun 2019 ini beberapa bendungan yang akan dibangun antara lain Bendungan Ameroro di Sulawesi Tenggara, Jragung di Jawa Tengah, dan Tiu Suntuk di Nusa Tenggara Barat.
Rampungnya 65 bendungan pada tahun 2023/2024 yang akan datang akan menambah luas lahan pertanian yang mendapat suplai irigasi premium atau irigasi dari air bendungan menjadi 19-20 persen. Disamping itu kehadiran bendungan juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal.
“Selain itu, antara 2014 hingga 2018, juga telah dibangun 865.393 hektare (Ha) jaringan irigasi baru, 2,65 juta Ha rehabilitasi jaringan irigasi, serta 945 buah waduk berkapasitas kecil. Angka tersebut akan terus bertambah hingga akhir tahun 2019,” ujar Anita.
Kementerian PUPR sejak 2016 secara bertahap juga telah melaksanakan kegiatan revitalisasi 10 danau dari 15 danau kritis yang menjadi prioritas nasional untuk ditangani.














