JAKARTA-Perlambatan ekonomi membuat bisnis dan industri perminyakan lesu. Namun berbeda dengan gas, justru tak kena imbas. Bahkan industri gas memiliki prospek cerah, termasuk infrastruktur industri pendukungnya. “Apalagi gas makin dikembangkan pemerintah, ini membuat kita makin optimis merebut pangsa pasar nasional,” kata Direktur Pemasaran PT Pratiwi Putri Sulung (PPS) Badrudin yang ditemui wartawan disela-sela di Konvensi Migas Indonesian Petrolium Association (IPA) di Jakarta, Jumat (22/5/2015).
Program pemerintah mengembangkan gas, kata Badrudin lagi justru mendorong beberapa proyek infrastruktur gas kota oleh Pertagas yang ditargetkan sampai 2 juta sambungan. “Tentu ini pasar yang prospektif. Belum lagi dari PGN yang juga menargetkan satu juta sambungan ke rumah tangga,” tambahnya.
Menurut Badrudin, perusahaannya merupakan perekayasa metering gas sistem. Produk ini mencakup beberapa tipe, turbine meter, volume corector, ultrasonic flowmeter dan regulator. “Perangkat ini kita tawarkan kepada konsumen, mulai dari pembangunan SPBG, Industri dan gas rumah tangga. Yang kita tawarkan adalah sistemnya,” terangnya.
Badrudin memberi contoh pembangunan jaringan gas kota di Bekasi, pihak ikut menjadi pemasok dan perekayasa jaringan gas kota yang mengaliri sekityar 4000 rumah tangga. “Kita bekerja sama beberapa perusahaan termasuk Pertagas.,” tuturnya.















