Saat ditanya berapa proyek yang digarap 2014, Badrudin menjelaskan pada 2014 ada sekitar 153 unit metering gas sistem yang terpasang. “Untuk 2015, kita menargetkan lebih dari itu. Makanya terus kita genjot,” ucap lelaki asal Semarang itu.
Disinggung mengenai pembangunan 35.000 Megawatt listrik, lanjut Badrudi lagi, tentu ini merupakan pasar yang potensial. Seperti diketahui, pemerintah telah menandatangani tiga kontrak jual beli gas bumi senilai US$ 299 juta atau sekitar Rp 3,7 triliun selama kontrak berlangsung. Kontrak jual beli gas tersebut merupakan bagian dari proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW).
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan dari 35.000 MW pembangkit listrik yang akan dibangun, terdapat 13.400 MW yang akan menggunakan bahan bakar gas. Pada 2014 lalu, pasokan gas untuk domestik mencapai 59,8 persen sementara untuk ekspor sebesar 40,20 persen. Sedangkan pada tahun ini, pemanfaatan gas untuk domestik diperkirakan akan naik menjadi 62,7 persen, sedangkan untuk ekspor akan turun menjadi 37,3 persen. (cea)















