Pembangunan kedua bendungan tersebut merupakan upaya Pemerintah di hulu Sungai Ciliwung untuk mengurangi kerentanan kawasan strategis nasional (KSN) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dari bencana banjir. Dua bendungan kering yang dibangun oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane juga merupakan bagian dari rencana induk pengendalian banjir (flood control) Jakarta.
Dengan dibangunnya kedua waduk tersebut turut berkontribusi mengurangi debit banjir di hulu Ciliwung sekitar 30 persen. Untuk mengoptimalkan pengendalian banjir Jakarta, Presiden Jokowi berpesan juga untuk terus diselesaikan penanganan di bagian hilir diantaranya normalisasi Sungai Ciliwung dan pembangunan sudetan yang memerlukan peran aktif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Selain itu juga diperlukan pembersihan drainase, sungai-sungai kecil, dan pemeliharaan waduk eksisting yang ada di Jakarta.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pengendalian banjir tidak bisa dilakukan melalui upaya struktural atau pembangunan fisik saja, melainkan juga kegiatan non struktural seperti kampanye penyadaran masyarakat, tata ruang (zonasi), dan pembuatan berbagai sumur resapan di lingkungan rumah masing-masing.













