Di tahun 2013, skor FinQ Indonesia (60,7 poin) lebih tinggi dibanding negara lain seperti Filipina (54,7 poin). Namun demikian, data juga menunjukkan bahwa hanya 36 persen responden di Indonesia yang mengaku mematuhi anggaran bulanan yang dibuatnya, lebih rendah dari 39 persen yang dihasilkan oleh responden di Filipina.
Citi FinQ 2013 juga menunjukkan adanya pergerakan dalam tren pengelolaan kekayaan (wealth management) masyarakat di Indonesia, termasuk dalam hal investasi. Pada tahun 2011, dana tunai (termasuk tabungan dan deposito) merupakan pilihan investasi paling populer di Indonesia. Hasil survei terbaru menunujukan bahwa properti telah mengambil alih posisi sebagai bentuk investasi paling populer di Indonesia, diikuti oleh dana tunai dan asuransi.
Menurut analisis Boston Consulting Group pada pertengahan tahun lalu, setiap tahunnya akan ada sekitar 8 hingga 9 juta orang Indonesia yang memasuki kelas menengah (emerging affluent) dan kelas atas (affluent), seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi negara.
Hal tersebut juga tercermin di salah satu kategori survei dimana 78 persen responden mengatakan bahwa mereka tertarik untuk menggunakan jasa pengelolaan kekayaan (wealth management), walaupun hanya 11 persen dari total responden yang sudah menggunakan jasa wealth management.














