JAKARTA-Langkah pembentukan Panitia khusus (Pansus) investasi BUMN yang digaungkan sejumlah anggota Komisi III DPR RI beberapa waktu lalu hanya sebatas gertak belaka.
Pasalnya wacana tersebut tak kunjung terealisasi hingga diambil alih Komisi VI DPR.
“Patut diduga yang gaungkan wacana Pansus investasi Telkomsel ke GoTo kena operasi senyap,” kata Direktur Eksekutif Center for Budget Analisys (CBA), Uchok Sky Khadafi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/6/2022).
Uchok sudah menduga dan bahkan menjadi kebiasaan para legislator yang hanya kencang saat-saat awal saja membentuk Pansus Investasi BUMN.
“Tidak heran, biasanya masuk angin atau bisa jadi kalah gerak cepat (gercep) sama Komisi VI yang jeli lihat peluang,” ujarnya.
Uchok memandang melalui instrumen Pansus sebenarnya polemik investasi Telkom melalui anak usahanya Telkom ke GoTo bisa diurai secara terang benderang.
“Gak bisa polemik itu hanya dianggap persoalan bisnis semata. Mesti ditelusuri dan diduga adanya potensi pelanggaran hukumnya dibalik investasi mereka itu,” tandasnya.
Dia berharap agar DPR lebih mengedepankan kepentingan publik ketimbang memikirkan kepentingan pragmatis.
“Saya harap DPR serius melihat persoalan itu. Pansus solusi yang paling relevan untuk menguak problem itu. Ketua fraksi-fraksi di DPR mestinya panggil itu anggotanya yang lebih menghendaki adanya panja ketimbang pansus,” tegasnya.















