Dari total pengguna narkoba tersebut, mayoritas adalah pekerja (59%), disusul pelajar (24%) dan populasi umum (17%).
“Untuk pelajar ini, sebanyak 2 dari 100 orang pelajar dan mahasiswa menyahgunakan narkoba sepanjang 2016, dan kebanyakan pria. Dengan umur pengguna dari pelajar mayoritas berumur 15-19 tahun,” tutur David.
David pun memberikan penjelasan tanda-tanda anak/remaja yanh mulai menggunakan narkoba:
Pertama, kemunduran dalam prestasi akademis ; Kedua, perubahan yang kurang baik pada pergaulan anal dan perilaku ; Ketiga, perubahan kebiasaan tidur dan timbulnya masalah kesehatan ; Keempat, menarik diri dari pergaulan di dalam keluarga ; dan Kelima, tertutup dan mulai berbohong.
David menambahkan ada beberapa kandungan yang menyebabkan kecanduan karena aromanya dan dijual bebas, seperti beberapa jenis lem, semir sepatu, bensin, hairspray dan balpoint.
“Anak-anak atau remaja yang sedang nyium lem beraroma, atau mencium semir sepatu beraroma tertentu tak bisa di proses hukum karena ga ada undang-undangnya. Namun disinilah butuh peranan orang tua untuk mengawasi dan memberi pengertian ke anak-anaknya,” tutur David.
Sani Budiantini Hermawan Psi, Psikolog Anak dan Keluarga mengatakan tantangan remaja saat ini sangat banyak salah satunya mengenai penyalahgunaan narkoba.














