“Tentu kita tidak ingin, perambahan hutan ini dijadikan kampanye negatif ke luar negeri oleh LSM,” terangnya lagi.
Oleh karena itu, lanjut anggota Fraksi PDIP, DPR minta jangan sampai terjadi kontradiksi dalam implementasinya di lapangan.
“Dimana, saat pemerintah sedang giat-giatnya membangun bio energi, namun segala kebijakannya selalu terpusat. Sehingga menghambat pengembangan industri bio energi tersebut,” paparnya.
Tak hanya itu, sambung Nyoman lagi, bahkan disisi lain penggunaan bio fuel baik itu, B20, B30 hingga B50 tentu harus dipikirkan dampaknya. Karena dalam jangka panjang kebijakan ini juga akan menghambat pengembangan mobil listrik.
“Pemerintah juga sedang mendorong pengembangan mobil listrik, harusnya ada roadmap yang jelas,” pungkasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati memproyeksikan terjadi penghematan impor minyak sebesar Rp 63,4 triliun lewat implementasi biodiesel 30% (B30) tahun ini. Sepanjang 2019 lalu, penghematan impor minyak akibat implementasi B20 terhitung sebesar Rp 43,8 triliun.
“Dari volume turun drastis dari semula (2018) sebesar 15,3 juta barel menjadi l 0,8 juta barel pada 2019. Selain itu, dari semula impor di 2018 senilai US$ 1,4 miliar turun menjadi US$ 54 juta. Ini memberi kontribusi terhadap defisit neraca perdagangan,” jelas Nicke di Jakarta, Rabu (29/1/2020).













