Jenis-jenis program tersebut antara lain berupa sertifikasi, pendampingan ekspor, pengembangan sentra, fasilitasi pameran, reimburse pembelian mesin dan peralatan, layanan kemasan dan Kekayaan Intelektual, serta edukasi pemasaran digital dan manajemen bisnis.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan mengemukakan, beragam pendampingan daring yang digelar oleh Ditjen IKMA dan Dekranas berhasil menjadi wadah untuk memicu ide-ide kreatif para pelaku IKM kerajinan, sekaligus mendorong aksi nyata para pemangku kepentingan dalam pengembangan kerajinan Indonesia.
“Selain itu, pendampingan ini juga diharapkan dapat mendorong para perajin dan pemilik jenama kerajinan untuk menciptakan produk kerajinan yang tidak hanya unggul secara estetika, tetapi juga berkelanjutan dan mampu menembus pasar global,” ujarnya.
Budi juga berharap melalui webinar tersebut, IKM kerajinan dapat memperkuat positioning jenama mereka supaya memiliki identitas yang otentik dan sesuai dengan arah pengembangan bisnis, sehingga memiliki daya tarik kuat yang pada akhirnya akan dicari oleh konsumen.
“Kebetulan, selera konsumen produk kerajinan kini condong ke arah produk orisinal otentik, ramah lingkungan, dan berdampak sosial. Kerajinan Indonesia memenuhi semuanya, jadi tidak heran sangat disukai konsumen global, terutama dari Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa,” imbuhnya.














