SURABAYA-Bank Indonesia (BI) senantiasa mendorong penguatan rantai nilai halal nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan fondasi ekonomi dan keuangan syariah yang kuat, serta didukung oleh terbentuknya infrastruktur yang memadai. Hal ini sejalan dengan upaya penyempurnaan fase awal penerapan cetak biru (blueprint) pengembangan ekonomi dan keuangan syariah bank sentral.
Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI , Dody Budi Waluyo, dalam penutupan Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018, di Surabaya, Sabtu (15/12).
Shari’a Forum sebagai salah satu acara ISEF menghadirkan tokoh, pakar serta praktisi ekonomi dan keuangan syariah, dan diikuti oleh 8.886 peserta dari dalam dan luar negeri. Beberapa agenda yang dilaksanakan dalam shari’a forum diantaranya High Level Discussion pengembangan ekonomi syariah melalui pesantren, launching buku, Seminar Internasional Jurnal Keuangan Syariah, peluncuran gerakan yang mendukung keuangan sosial syariah seperti National Waqf Caring Day dan Gerakan Indonesia Sadar Wakaf, serta peluncuran platform model pengembangan usaha halal sebagai upaya menuju Indonesia sebagai pusat fesyen muslim dunia.
Sementara penyelenggaraan Shari’a Fair diselenggarakan untuk mendukung pelaksanaan strategi pencapaian rantai nilai halal antara lain melalui acara talkshow penguatan di sektor pertanian terintegrasi (integrated farming), industri pengolahan (halal food and fashion), energi terbarukan (renewable energy), dan wisata halal (halal tourism).















