Tercatat sekitar 25.000 pengunjung hadir dan meramaikan shari’a fair, dengan jumlah transaksi (retail, kuliner, dan perbankan) sebesar Rp51,3 miliar, meningkat 53,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam rangka mempertemukan pelaku UMKM dengan calon investor atau lembaga keuangan syariah yang potensial, BI juga turut memfasilitasi ajang pertemuan bisnis antara pelaku UMKM dengan calon investor atau lembaga keuangan syariah yang potensial dalam bentuk business matching dengan nilai transaksi mencapai Rp7,01 triliun selama penyelenggaraan ISEF 2018.
“Komitmen transaksi tersebut terwujud dalam bentuk 51 transaksi yang terdiri dari 11 akad/komitmen pembiayaan antar lembaga keuangan syariah dan 40 kesepakatan/komitmen antara buyer dengan seller,” terangnya.
Berlangsung selama 5 (lima) hari mulai 11 – 15 Desember 2018, penyelenggaraan ISEF Tahun 2018 merupakan komitmen nyata atas dukungan anggota Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) termasuk BI serta instansi/lembaga terkait lainnya untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah sebagai arus baru dalam memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Suksesnya penyelenggaraan ISEF 2018 tidak terlepas dari dukungan dan sinergi berbagai pihak, diantaranya Kementerian dan Lembaga terkait, Lembaga Keuangan Syariah, Pesantren, Perbankan, Lembaga Pendidikan, Pelaku UMKM, dan pihak lainnya. Bank Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerjasama yang diberikan seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan ISEF 2018.















