Dalam mendukung Program Citarum Harum, Kementerian PUPR memanfaatkan sampah plastik kresek untuk campuran aspal. “Saat ini sudah ada alat pencacah plastik. Tahun 2018, Kementerian PUPR telah memesan sebanyak 187 unit alat tersebu dan tahun 2019 kita tambah 800 unit. Alat ini kita akan berikan di tempat pengumpulan sampah dan pemulung, dan hasilnya dijual kepada kami untuk kami gunakan sebagai campuran aspal. Dengan demikian akan memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat,” jelas Menteri Basuki.
Sementara untuk pembangunan IPAL Regional yang telah selesai dibangun diantaranya IPAL Regional Suwung yang menggunakan Teknologi Kolam Aerasi berkapasitas 51.000 m3/hari. IPAL yang dibangun dengan biaya Rp 116 miliar ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pariwisata di Pulau Bali yang terus berkembang. IPAL lainya adalah IPAL Sewon di Bantul, Yogyakarta dengan kapasitas 15.500 m3/hari yang melayani limbah domestik dari 14 kecamatan di Kota Yogyakarta, 2 kecamatan di Sleman dan 3 kecamatan di Bantul.
Turut hadir Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Sudirman, Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Dodi Krispratmadi dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. (*)













