“Perkembangan yang cepat dan perubahan lanskap pasar di Indonesia telah menciptakan peluang baru yang menarik bagi bisnis,” kata Toerangga.
Ia mengingatkan bahwa saat ini, 70 juta orang yang termasuk masyarakat kelas menengah Indonesia adalah demografi pasar utama untuk penjualan elektronik.
Jumlah tersebut juga akan bertambah menjadi 130 juta orang pada 2030. “Indonesia juga merupakan basis konsumen yang menjanjikan, dengan populasi usia produktif mencapai 68 persen total penduduk,” katanya.
Dengan penyelenggaraan GSEI 2019, Toerangga juga mengutarakan harapannya agar ajang ini juga bisa menjadi jembatan agar investor masuk ke Indonesia.
Senada, Wendy Lai juga menyatakan bahwa terdapat banyak pebisnis dari China yang sebenarnya tertarik menanamkan modal di berbagai negara di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Sistem Integrator dan Sekuriti Indonesia (Asisindo) Tan Widarno mengemukakan, diharapkan GSEI tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai konsumen akhir.
Namun, Tan mengutarakan harapannya agar ajang tersebut bisa mengajak pemasok asing untuk bermitra bisnis dengan pengusaha lokal, bahkan kalau bisa juga diharapkan hingga berinvestasi penuh di Indonesia.














