Program peningkatan nilai tambah mineral juga meningkatkan pertumbuhan daerah.
Selain itu juga berkontribusi terhadap melonjaknya Penerimaan Domestik Bruto (PDB).
Kontribusi sektor pertambangan minerba pada tahun 2018 melebihi pada tahun 2013, di mana ekspor bijih nikel terbesar dilakukan, dan terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah smelter yang berioperasi.
“Kebijakan peningkatan nilai tambah mineral berhasil melakukan transformasi ekonomi dan meningkatkan kontribusi terhadap PDB dari setiap mineral yang digali. Jadi kontribusi sektor minerba tahun 2018, melebihi 2013, di mana nikel memberikan kontribusi yang besar, dan terus akan meningkat dengan akan tumbuhnya smelter-smelter yang akan dibangun. Kemudian kontribusi industri logam dasar hasil transformasi pertambangan meningkat sejak implementasi proram peningkatan nilai tambah pada tahun 2014 dan terus meningkat hampir 2 kali lipat selama 1 dekade sejak tahun 2010,” tutupnya.













