JAKARTA-Selama enam bulan pertama tahun ini, Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) hanya mampu membukukan laba bersih periode berjalan senilai Rp21,22 miliar atau ambles 87,86 persen (y-o-y), terutama disebabkan oleh penjualan di Semester I-2023 yang anjlok hingga 21,34 persen.
Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Selasa (19/9), perusahaan milik crazy rich Kalimantan Selatan, Haji Isam ini hanya bisa meraup penjualan di paruh pertama tahun ini sebesar Rp1,99 triliun atau melorot 21,34 persen dibanding periode yang sama di 2022 sebesar Rp2,53 triliun.
Di tengah penurunan signifikan pada pos penjualan bersih tersebut, manajemen JARR cuma dapat menekan beban pokok penjualan sebesar 16,74 persen (y-o-y) menjadi Rp1,89 triliun.
Sehingga, laba bruto di Semester I-2023 menjadi Rp97,94 miliar atau merosot 61,43 persen (y-o-y).
Adapun laba usaha JARR selama enam bulan pertama tahun ini tercatat Rp54,8 miliar atau menukik 73,68 persen (y-o-y).
Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan di Semester I-2023 senilai Rp27,34 miliar atau nyungsep 85,17 persen dibanding Semester I-2023 yang sebesar Rp184,34 miliar.