Pada Kuartal III-2023 perseroan bisa meraih laba bersih periode berjalan USD5,29 juta.
Akibat adanya kerugian tersebut, maka per 30 September 2024 total ekuitas PMMP tercatat USD71,14 juta atau mengalami penurunan hingga 12,52 persen dibandingkan dengan per 31 Desember 2023 yang mencapai USD81,32 juta.
Hingga akhir Kuartal III-2024, total liabilitas PMMP tercatat mencapai USD228,12 juta atau membengkak 4,45 persen (year-to-date), yang didominasi oleh kewajiban jangka pendek sebesar USD219,42 juta.
Dengan demikian, total aset per 30 September 2024 menjadi USD299,26 juta atau menurun tipis 0,15 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa USD356,04 ribu atau ambles 96,9 persen (y-t-d).
Jika mengacu pada cash flow Januari-September 2024, penurunan kas itu terutama disebabkan adanya arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar USD18,39 juta dan ditambah lagi dengan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi senilai USD528,64 ribu. (Budi)
Sementara itu, tarif kamar rata-rata (ARR) untuk 9M24 sebesar Rp1.126 ribu dari Rp1.145 ribu pada 9M23.
Tingkat hunian di Melia Bali Hotel (MBH) sebesar 82,2 persen pada 9M24 dari 82,7 persen pada 9M23. ARR MBH senilai Rp2.455 ribu pada 9M24 dari Rp2.034 ribu pada 9M23. Sejak 10 Oktober 2024, Melia Bali Hotel mulai menjalankan renovasi dan akan beroperasi kembali pada Desember 2025.














